Peneliti Asal Belanda Kunjungi YPAP di Lhokseumawe

Dr. Anne Sedang menhajukan pertanyaan seputar ODHA di Lhokseumawe/Dok. Fadli Jailani

Dr. Anne Sedang menajukan pertanyaan seputar ODHA di Lhokseumawe/Dok. Fadli Jailani

 Lhokseumawe, AB – Dr. Annemarie Samuel Peneliti asal Belanda mengunjungi team YPAP di kantor Lhokseumawe untuk kepentingan penelitian postdoctoral-nya yang dilakukan di Sumatera khususnya Aceh dan Medan mengenai Moralitas, subjectivitas dan penderita HIV-AIDS.

Kedatangannya disambut baik Team YPAP dari semua level staff, dengan presentasi singkat pelaksanaan program HIV-AIDS di Aceh sekaligus memberikan informasi yang dibutuhkan, dengan tidak menutup-nutupi apapun penggalian informasi yang diinginkan, karena bagi YPAP informasi akurat dan detail penting diberikan karena ini untuk penelitian, supaya bisa digunakan sebagai referensi kedepan.

“ Penelitian yang akan dilakukukan bukan untuk melihat angka-angka penderita dan jumlah dampingan YPAP saat ini, tetapi menyangkut subjectivitas “baik-buruk” bagi seseorang dalam mengambil keputusan dalam berperilaku,” penjelasan Annemarie dalam diskusi pertama setelah team YPAP memperkenalkan staff.

peneliti2

Team PYPAP memberikan penjelasan kepada dr. Anne terkait penderita HIV ADIS di Aceh

Berbagai pertanyaan diajukan Anne, termasuk bagaimana proses team YPAP dalam mendampingi client supaya mau periksa IMS/VCT, intinya pertanyaan yang penggaliannya menukik kepengalaman mendampingi baik ODHA, populasi kunci dan masyarakat umum yang menggunakan pelayanan YPAP.

Fadhli Djailani dan Team YPAP seluruhnya senang dan berterimakasih telah dikunjungi Peneliti Internasional yang focus dalam issue moral dan HIV, minimal YPAP mempunyai relasi baru, karena memang tujuan kita semua untuk mengkomunikasi perubahan perilaku terhadap hal-hal yang dianggap menyalahi “baik-baruk”.

Dikalangan intelektual Aceh sendiri menurut Annemarie, terlihat masih terdapat stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, ini semua karena kurang informasi dasar HIV AIDS, salah satu indikatornya katanya diwaktu menyatakan dia akan melakukan penelitian ini (morality, subjectivity, HIV/AIDS and the body in North Sumatra and Aceh) hal ini disambut dengan respon spontannya “dimana orang Eropa tahu kalau di Aceh sudah ada HIV dan AIDS, ini kan memalukan orang Aceh dinegeri Syariat, penuh dimaksiat, apalagi dihubungkan dengan moral.

Begitulah fakta bahwa memang tugas berat semua pihak untuk mensosialisasikan HIV-AIDS kepada semua level masyarakat dan juga perlu advokasi kepemerintah dan stakholders berhubungan dengan pemanusiaan orang-orang “aneh” dan ODHA. (res)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s