KLH Minta SPBU Lhoksukon Bersihkan Tumpahan Minyak Di Lahan Warga

SPBU/esq-news.com

SPBU/esq-news.com

Lhoksukon, AB –  Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Aceh Utara, Kamis (2/3) dengan tegas meminta pemilik SPBU di Desa Ranto Kecamatan Lhoksukon untuk membersihkan tumpahan minyak yang telah mencemarkan  lahan warga sekitar sampai bersih.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Utara Nuraina terkait kasus pencemaran lingkungan pasca tumpahnya minyak dari SPBU Lhoksukon ke lingkungan warga sekitar.

“ Pembersihan dari pencemaran minyak itu kita tekankan kepada pihak SPBU Lhoksukon,” ujarnya

Nuraina menyebutkan, selama melakukan pembersihan diareal yang tercemar, para petugas SPBU harus melaporkannya kepada KLH dalam setiap bulannya tentang kondisi terakhir dilokasi milik warga

Pihak KLH juga  tetap melakukan pemantauan serius dilapangan terkait pencemaran lingkungan yang telah merugikan masyarkat sekitar.

Karena bila tindakan pembersihan belum dilakukan, maka nantinya akan ada dampak bahaya bagi masyarakat yang terkena limbah dari rembesan minyak milik SPBU tersebut yang terserap dilahan warga setempat.

Karena keberadaan minyak itu dapat merusak  ekosistem air dari kantong air dalam tanah dan mempengaruhi unsur hara kedalaman tanah.

Nuraina menjelaskan, berdasarkan hasil yang kita peroleh, dalam pencemaran akibat rembesan limbah minyak SPBU tersebut menunjukkan, Biologycal Oxygen Demand (BOD) Tinggi, Plan of Development (POD) dan PH berubah.

“Parameternya semua berada diambang batas,” tutur Nuraina.

Selain itu,  bila dipandang dari segi hukum, maka masyarakat wajib meminta ganti rugi selaku korban atas kejadian kasus pencemaran limbah ini.

Disisi lain, untuk menyelesaikan kasus pencemaran lingkungan tersebut, Bupati Kabupaten Aceh Utara Muhammad Thaib meminta KLH untuk membentuk tim Avanger  yakni tim gabungan yang melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Pengairan dan KLH Aceh Utara.

“Saran Pak Bupati, harus dibentuk tim,” kata Nuraina.

Sementara itu, Yusransyah yang mewakili pemilik SPBU Lhoksukon mengatakan  pihaknya sudah mengambil langkah untuk mengantasipasi dampak buruk terhadap pencemaran lingkungan tersebut.

“Beberapa minggu lalu, tidak ada lagi rembesan minyak. Kita sudah melakukan pembersihan dilahan warga yang terkena minyak dengan membuat tampungan sumur. Sehingga bisa menyerap minyak kembali ,” tuturnya.

Yusranyah menjelaskan, minyak tersebut keluar dari tempat tangki penampungan ketika saat terjadinya hujan deras, hal itu dikarenakan posisi tangki penampungan sudah sama tingginya dengan lahan warga.

“Kita mengikuti petunjuk KLH,” tutur Yusransyah.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya. Pada hari Kamis 29 Desember 2012, tim dari Kantor Lingkungan Hidup Aceh Utara mendatangi SPBU tersebut untuk mengambil sampel air dari sumur dan saluran masyarakat yang tercemar limbah minyak. ( anp)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s